Bejat! Kakek di Jembrana Cabuli Cucu di Kebun, Modus Ajak Sabit Rumput

Merdeka.com – GL, Pria paruh baya berusia 65 tahun terancam dibui di hari tuanya. Betapa tidak, di usianya yang terbilang sepuh, warga Banjar Keleran, Desa Yahembang, Jembrana ini malah berlakon tak terpuji dengan mencabuli bocah berusia 7 tahun.

BERITA TERKAIT

Padahal, GL punya istri beranak dua serta beberapa orang cucu.

GL tepergok ibu korban saat melancarkan aksi bejatnya di sebuah kebun kosong. Saat itu, ibunda korban memergoki GL dan anaknya tidak mengenakan celana.

Panik, GL langsung mengenakan celana dan kabur. Ibu korban yang masih tak percaya lantas mengadu kepada suaminya. Tanpa tedeng aling, keduanya sepakat menempuh jalur hukum dengan melapor ke Mapolsek Mendoyo, Jembrana, Bali.

Aparat Polsek Mendoyo yang mendapat laporan tersebut langsung menuju ke TKP dan berhasil mengamankan kakek GL yang masih terhitung kerabat keluarga korban dibawa ke Mapolsek Mendoyo, untuk dimintai keterangan. Sementara Bunga divisum ke RSU Negara.

“Yang lihat kejadian itu anak saya, ibunya Bunga (korban, nama samaran), saya langsung lapor ke Polsek bersama menantu saya (bapak Bunga). Saya minta masalah ini diproses hukum,” tegas Ketut Lau kakek Bunga ditemui di Mapolsek Mendoyo, Sabtu (24/11).

Ia juga menyampaikan, dari celana dalam cucunya terdapat bekas cairan sperma. Dia menduga pelaku yang masih terhitung kakek Bunga telah menyetubuhi cucunya itu.

“Celana cucu saya yang ada cairan sperma sudah diambil oleh polisi. Kasihan cucu saya, seharusnya pelaku melindunginya,” ujarnya.

Ia membeberkan, peristiwa memalukan itu terjadi sekitar pukul 08.30 Wita, saat itu Bunga (korban) diajak pelaku ke kebun sambil menyabit rumput. Namun tidak ada yang tahu pelaku mengajak korban. Lantaran korban tidak ada di rumah, ibunya langsung mencari hingga akhirnya menemukannya di kebun dekat rumah bersama pelaku.

Terkait hal tersebut Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara, enggan memberikan keterangan karena masih melakukan pemeriksaan dan Bunga masih dimintakan visum et repertum ke RSU Negara.

“Nanti saja kami berikan keterangan sekarang masih pemeriksaan dan diduga korban masih divisum. Coba konfirmasi ke Bapak Kapolsek,” ujarnya. [rhm]