Polisi masih belum bisa identifikasi potongan tubuh korban Lion Air JT610

Merdeka.com – Rumah sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur terhitung sudah menerima 34 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Nantinya, kantong berisikan bagian tubuh jenazah akan dilakukan rekonsiliasi dengan data ante mortem keluarga.

BERITA TERKAIT

Kabiddokes RS Polri Brigjen Pol Arthur Tampi mengatakan, hingga hari kedua pasca kecelakaan pesawat tujuan Jakarta-Pangkalpinang tersebut sudah ada 185 data ante mortem yang masuk. Hanya saja, dari jumlah tersebut baru 147 data yang telah diambil data untuk DNA.

“Ada 87 body part kita sudah laksanakan forensik di kamar jenazah. Kita sudah ambil data ante mortem yang sudah masuk ada 185. Dari 185, 147 sudah kita ambil data DNA nya, saat ini sedang rekonsiliasi,” ujar Arthur dalam konferensi pers bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di RS Polri, Selasa (30/10).

Kendati telah mengambil 147 sampel DNA, pihaknya masih belum bisa melakukan identifikasi terhadap jenazah. Hal ini dikarenakan, kondisi jenazah yang tidak utuh lagi.

“Tetapi kami sampaikan hari ini belum bisa identifikasi satu pun korban dari 24 kantung jenazah yang kita terima sampai siang tadi,” tukasnya.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang setelah dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat. Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin. [eko]