Paman dan Ibu Jokowi hadiri deklarasi KSJ di Boyolali

Merdeka.com – Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sudjiatmi Notomiharjo dan Miyono Suryo Sarjono kakaknya, menghadiri deklarasi dukungan dan doa bersama Komunitas Sahabat Jokowi (KSJ) di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (27/10) malam.

BERITA TERKAIT

Desa Giriroto yang berada 11 kilometer utara dari Kota Solo mempunyai sejarah penting bagi Jokowi saat masih anak-anak, remaja hingga dewasa. Tempat tersebut juga merupakan kediaman orang tua Sudjiatmi. Dengan pertimbangan itulah doa bersama dan deklarasi dilakukan oleh para sahabat, teman sekolah, teman main hingga kolega berbisnis Jokowi.

Selain Sudjiatmi dan paman presiden, acara juga dihadiri istri politiku senior Akbar Tandjung, Nina Akbar Tandjung, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Sudjiatmi yang tiba pukul 19.40 WIB mengenakan busana serba putih dipadu dengan hijab bermotif.

Paman Presiden Jokowi, Miyono Suryo Sarjono didampingi Sudjiatmi memberikan sambutan dalam acara tersebut. Miyono mengaku optimistis Jokowi menang Pilpres 2019 dan memimpin Indonesia untuk periode berikutnya.

“Semoga apa yang kita inginkan mendapatkan ridho dari Allah SWT dan bisa dimudahkan oleh Allah SWT, Jokowi anak saya Insya Allah akan menjabat lagi sebagai presiden untuk periode yang kedua,” katanya.

Sementara itu Ketua KSJ, Sudiro Agung mengemukakan, kegiatan tersebut sengaja diadakan di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali. Salah satu pertimbangannya adalah karena di wilayah ini mempunyai sejarah penting untuk Presiden Jokowi.

“Desa Giriroto merupakan tempat di mana Pak Jokowi tumbuh dan berkembang. Dari mulai anak-anak, remaja hingga seperti saat ini berhasil dalam dunia politik dan menjadi Presiden,” jelasnya.

Sudiro menyampaikan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan Capres dan Cawapres, Jokowi-Ma’ruf Amin. Yakni bentuk semangat dan rasa optimistis dalam menghadapi pilpres 2019 mendatang.

Kepala Desa Giriroto, Purwanto yang juga memberikan sambutan meminta agar seluruh warga lebih semangat. Menurutnya, sosok Presiden Jokowi awalnya juga bagian dari warga di Desa Giriroto.

“Kami yang termarjinalkan, ini memberikan semangat kepada masyarakat, dan rakyat Indonesia. Harus bersatu, dengan persatuan dan kesatuan Negara menjadi kuat,” pungkas dia. [cob]