Anies Siapkan Rusunawa buat Masyarakat Miskin

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui program rumah DP Rp0 tak cocok bagi warga Ibu Kota berpenghasilan di bawah Upah Miniumum Provinsi (UMP). Hitungan Anies, uang mereka akan terkuras oleh cicilan.

“Jadi kalau orang yang penghasilannya di bawah UMP dan dialokasikan untuk nyicil, habis uangnya,” ujar Anies di Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu, 17 Oktober 2018.

Dalam skema rumah DP Rp0, kata dia, tiap bulannya warga harus menyicil Rp2,1 juta hingga 2,6 juta. Sementara UMP Jakarta di 2018 sebesar Rp3,6 juta. 

Tapi, Anies meminta masyarakat miskin tak berkecil hati. Dia sudah menyiapkan alternatif hunian lain yakni rumah susun sewa (rusunawa). 

Harga sewa tiap bulannya lebih terjangkau. Lagipula, kata dia, warga yang membayar sewa selama 20 tahun akan memiliki rusun tersebut.

“Statusnya sewa beli, nah itu untuk mereka di bawah UMP,” sambung dia. 

(Baca juga: Cicilan Hunian DP Rp0 Hingga 20 Tahun)

Setidaknya, kata dia, warga punya kepastian memiliki tempat tinggal. Ia mengklaim konsep tersebut berbeda dengan zaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

Saat masa Ahok, rusun hanya bisa disewa, namun tidak bisa dimiliki. Dengan model saat ini, kata dia, para penghuni rusun ikut memiliki dan memelihara bangunan. 

“Kalau mereka hanya sewa seperti yang selama ini ada tanpa bisa memiliki, maka untuk apa merawat dengan baik,” kata dia.

Anies meluncurkan program rumah DP Rp0 bertajuk Solusi Ramah Warga (Samawa) pada 12 Oktober 2018. Peluncuran dibarengi penerbitan Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pergub itu dimaksudkan untuk pedoman pelaksanaan fasilitas pembiayaan perolehan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

(Baca juga: Proyek Hunian Warga Miskin Terhambat Rumah DP Rp0)
 

(REN)