Arah Program OK OCE Disebut tak Jelas

OK OCE Mart Kalibata. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Anggota DPRD DKI Jakarta Rendhika D Harsono mempertanyakan arah program One Kecamatan One Center Enterpreneurship (OK OCE) yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun lalu. Ia menilai selama ini program OK OCE tak mempunyai target kinerja yang jelas.

Rendhika menyampaikan hal itu saat rapat kerja Komisi B DPRD yang membahas KUA PPAS 2019. Pembahasan dilakukan dengan perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan. Rapat digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebun Sirih, Selasa, 16 Oktober 2018.

Rendhika menyoroti banyaknya anggota OK OCE yang belum bisa menjalankan usaha karena terhalang surat rekomendasi dari dinas terkait. Total ada 54.564 anggota OK OCE yang belum bisa melegalisasikan usahanya.

Saat reses ke Jakarta Selatan, ia mengaku banyak mendapati masyarakat yang mengeluhkan persoalan perizinan. Kejadian ini, kata dia, dirasakan banyak warga di Selong, Gandaria Utara, dan kelurahan lain.

“Banyak keluhan dari pedagang mikro bahwa di zona hijau tak boleh membuat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK),” kata Rendhika, melalui keterangan tertulis.

Rendhika juga mempertanyakan tolok ukur melihat kesuksesan program OK OCE ini. Apakah acuanya pada keberhasilan dalam memberikan pelatihan, pemberian izin, atau permodalan.

“Jadi harus dievaluasi ulang untuk 2019,” ujarnya.

(UWA)